Wirausaha Pemula

Perjalanan 1/365

Konsistensi adalah sebuah jangkar untuk seorang wirausaha, banyak diantara mereka di tinggalkan konsumen karena hal ini. Konsistensi berat bagi mereka yang masih membatasi diri dengan ruang, gerak, dan waktu. Menjadi wirausaha harus bisa mendobrak itu semua mengalahkan diri sendiri adalah to do list no 1. Seperti ketika di malam tahun baru masuk order di last minute untuk hari berikutnya pada pagi hari dan dengan kondisi tidak ada stock barang. Hal-hal seperti ini yang membuat para wirausaha pemula  banyak kehilangan konsumen. Konsistensi sangat berat, namun bisa di kalahkan. Kalahkan dengan tujuan awal kita membuat dan menjalankan usaha.

Pada malam tahun baru dimana orang-orang yang lain sibuk bergegap gempita, Bbq -an, bakar petasan, bersuka ria, kami produksi. Ya, produksi untuk menjaga konsistensi atas dasar kami ini siapa, walaupun orderan last minute dan stock barang kosong. Kami harus menjaga konsistensi dan integritas. Ini berat sekali di awal karena harus mengalahkan ego.

Hadiah nya adalah

kepercayaan dan tentunya repeat order. Karena itulah yang kita semua cari. Kepercayaan adalah kunci dan kita harus menjaga nya erat-erat. Salah satu pendukung dalam keterlangsungan hidup sebuah usaha adalah bagaimana kita merawat konsumen-konsumen kita. Banyak sekali faktor nya, salah dua nya adalah konsistensi dan integritas tersebut. Klik untuk cari tau.

Memutuskan untuk resign dan menjadi wirausaha adalah sama dengan kita memutus/menghentikan aliran pemasukan rutin dan terprediksi. Kita harus pandai-pandai mengatur keuangan yang datang nya dan jumlah nya tak terduga. Tapi itu akan coba kita bahas di lain waktu karena saya akan membahas sesuatu yang lebih unik, sesuatu yang tidak pernah saya dapat kan di bangku sekolahan.

Kakak ingin jalan-jalan ke kota tua

Ya, dengan kondisi keuangan yang minus. Setelah merasa berpuas hati dengan kemenangan atas ego, serasa di runtuhkan dengan permintaan anak untuk jalan-jalan ke kota tua dalam kondisi keuangan yang memprihatinkan. Ngebul isi kepala mencari cara untuk mewujudkan keinginan nya. Setelah banyak pertimbangan dan tertekan dengan pertanyaan kakak yang ingin segera pergi jalan-jalan akhirnya ketemu cara terbaik. Semua manusia pasti akan mengalami masalah atau hambatan. Hanya ada 1 cara untuk mengatasi nya yaitu hadapi. Manusia akan mengeluarkan kemampuan terbaik nya ketika terpepet, dan benar saja ternyata ada 1 lagi cara untuk mengatasi suatu masalah atau hambatan. Cara tersebut adalah menundanya, tunda sampai kita mampu untuk mengatasi masalah tersebut.

Cara untuk mengatasi permintaan kakak untuk jalan-jalan ke kota tua adalah dengan cara menundanya sampai kita mampu dan tentu saja di selipkan edukasi. Belajar sabar, menabung, berbesar hati,  membuat perencanaan dan berhitung.

Dengan di arahkan mengenai perjalanan dan biaya/ongkos kakak menjadi tau, paham mengenai dasar perencanaan dan biaya-biaya yang timbul karena nya. Agak sedikit terkendala dengan Bahasa dan fokus nya tapi dengan kesabaran kami memiliki keputusan kapan jalan-jalan ke kota tua.

Banyak hal-hal baru di luar, Kita hanya perlu mau untuk belajar.

Tinggalkan Balasan